Piknik ke Pahawang (4d/3n) hanya 833.000 (termasuk tiket PP), kok bisa?

Yah bisalah. Udah termasuk tiket PP Palembang-Lampung loh. Dari pada bingung-bingung, so cek itu out! Berikut estimasi piknik di Kepulauan Pahawang ala Jalan Heru 😀 Tiket kereta malam Limex Sriwijaya kelas eksekutif, harganya 180 IDR per orang. Berangkat (Rabu, 27 Januari 2016) pukul 21.00 WIB dari stasiun Kertapati, Palembang dan tiba (Kamis, 28 Januari 2016) pukul 07.30 WIB di stasiun Tanjung Karang, Lampung. Perjalanan memakan waktu 10 … Lanjutkan membaca Piknik ke Pahawang (4d/3n) hanya 833.000 (termasuk tiket PP), kok bisa?

Goes to Pahawang (3): Antara Snorkeling dan Tersesat di Hutan (selesai)

Jumat, 29 Januari 2016. Azan subuh berkumandang, membangunkan kami yang sedang tertidur pulas. Kami menuju mushola untuk menunaikan sholat berjamaah. Fajar menyingsing, mentari pagi di ufuk timur terlihat malu-malu menampakan sinarnya. Dari kejauhan terlihat awan mendung yang seakan-akan ingin memuntahkan air yang dikandungnya. Meskipun di sebelah timur akan hujan, hal ini gak mematahkan semangat kami untuk snorkeling di spot berikutnya yakni perairan Pulau Tanjung Putus. … Lanjutkan membaca Goes to Pahawang (3): Antara Snorkeling dan Tersesat di Hutan (selesai)

Goes to Pahawang (1) : Tertidur lelap di Kereta Malam

Rencana untuk liburan bersama-sama rekan kerja sudah lama bertengger di benak kami. Sebagai orang yang seneng jalan, sudah pasti aku duluan yang mengiyakan rencana ini. Aktivitas berulang dan penatnya bekerja membuat tubuh ini butuh relaksasi dan rekreasi. Dengan uang ‘jalan-jalan’ dari tempat kerja ditambah budget sendiri-sendiri, kami memutuskan untuk liburan di Kepulauan Pahawang, Lampung. Secuil surga tersembunyi di selatan Pulau Sumatera. Rabu, 27 Januari 2016 Notifikasi pesan … Lanjutkan membaca Goes to Pahawang (1) : Tertidur lelap di Kereta Malam

Menyaksikan Keindahan Sunrise di Selat Sunda

Sabtu, 03 Mei 2014 “Heru, bangun ru, sholat isya dulu. Bus berhenti bentar nah,” samar-samar kudengar suara bang Junaidi membangunkanku. “Hooammm,” tubuhku menggeliat manja. “Iya bang, duluanlah nanti aku nyusul,” aku mengucek mata. Melihat-lihat sekitar melalui jendela kaca bus. Suasananya ramai. “Okelah kalo begitu ru.” Aku tengok jam di HP, pukul 02.00 WIB dini hari. Aku berjalan gontai keluar bus menuju mushola. Tempat peristirahatan busnya … Lanjutkan membaca Menyaksikan Keindahan Sunrise di Selat Sunda