Palembang-Jambi Hanya 80k Naik Bus IMI, Peh ke Jambi!

P_20170726_070048_vHDR_On.jpg
Loket bus IMI Palembang terlihat begitu klasik, berasa era 90-an. Fasilitasnya lengkap, ada loket tiket, ruang tunggu, kedai makanan, warung, mushola dan toilet

Rencana untuk ke kota Jambi telah lama menggelayut di benakku. Aku penasaran ada apa saja di kota yang kebudayaannya mirip dengan Palembang ini, maklum masih tetangga. Karena masa cutiku tahun ini hampir habis, jadi #JalanHeru memutuskan untuk solo traveling ke Sumatera Bagian Timur yakni Jambi dan Riau, kalau Sumatera Utara alhamdulillah sudah aku jejaki tahun 2016 lalu, hehehe.

Tarik nafas, hembuskan! Jujur saja awalnya aku ragu untuk melakukan perjalanan ini. Aku masih terdogma dengan anggapan banyak orang kalau jalan lintas di Sumatera itu ‘mengerikan’. Selalu saja berita yang muncul terkesan negatif dan banyaklah tindak kejahatannya. Ok baik, berbekal doa restu ke dua orang tua dan tentunya Allah Yang Maha Melindungi Hamba-nya, aku tepis semua prasangka buruk itu.

P_20170808_121129.jpg
Palembang-Jambi hanya 80k. Peh ke Jambi!

Aku mulai mencari referensi transportasi apa yang akan kutumpangi untuk menjejakkan kaki di kota dengan semboyan ‘Tanah Pilih Pesako Betuah’. Pilihanku jatuh kepada Bus IMI. Alasannya karena tiket bus jurusan Palembang-Jambi dan sebaliknya ini paling murah dibanding transportasi lain, yakni  hanya 80.000 IDR. Gimana, kalian tertarik untuk mencoba bus ini?

Rabu, 26 Agustus 2017

Mentari pagi tersenyum cerah menyambut keberangkatanku. Masih pukul enam pagi lebih dikit, tapi jalanan di Palembang sudah ramai sekali. Terpaksa aku pacu ‘kuda besi’ dengan cepat, sesekali adikku yang kubonceng mengingatkan agar berhati-hati. Pukul 06.50 WIB aku tiba di Loket Bus IMI Palembang yang terletak di Jl. Kol. H. Burlian KM. 10  Palembang, Telp. (0711) 416207. Setelah pamitan dengan adik, aku segera membeli tiket bus Palembang-Jambi dengan harga 80.000 IDR.

P_20170726_070141_vHDR_On
PO IMI Cabang Palembang, terletak di Jl. Kol. H. Burlian KM. 10  Palembang Telp. (0711) 416207

Bismillah. Tidak perlu menunggu penumpang penuh, tepat pukul 07.00 WIB, bus mulai berangkat. Sopir dan kondekturnya memakai seragam khusus karyawan IMI. Iseng-iseng aku hitung jumlah penumpang, hanya 7 orang. Kok sedikit sekali yah? Ternyata eh ternyata, untuk mengisi kekosongan bangku tersebut, sepanjang perjalanan bus ini menaik-turunkan penumpang. Oh My God!

P_20170726_070048_vHDR_On_1.jpg
Tampak luar bus IMI

Busnya sederhana, nyaman dan bangku penumpangnya masih empuk. Disediakan kantong asoy hitam bagi yang ingin muntah. Busnya melaju stabil, tidak cepat atau pun lamban. Ini yang aku suka. Tapi tetap, zikirullah selalu aku hembuskan agar perjalanan ini lancar, dijauhkan dari segala balak & marabahaya, bertemu orang baik terus-menerus, dan selalu di bawah lindungan-Nya. Allahuakbar!

P_20170726_094422_vHDR_On.jpg
Tampak dalam bus IMI yang aman, nyaman dan murah tentunya
P_20170726_125251_vHDR_On.jpg
Bangku penumpangnya juga masih empuk. Ayo tidur! #Eh
P_20170726_151221_vHDR_On.jpg
Mau muntah karena melihatku ? Tenang, tuh  ada ‘sekawanan’ kantong asoy hitam yang  digantung. Cukup asoy aja yah yang digantung, hatiku jangan #Eh

Medan jalan yang dilalui sepanjang Jalan Lintas Timur ini ternyata mulus, tidak seperti perkiraanku sebelumnya. Sering kutengok jendela kaca bus. Kadang terlihat ruko-ruko dan rumah penduduk, sesekali jembatan, lalu ada perkebunan, dan kebanyakan jalan berbukit dengan pemandangan kanan-kiri hutan. Selalu begitu, bagai roll film yang diputar berulang. Pukul 09.45 WIB, bus berhenti di tempat peristirahatan. Entah ada di daerah mana aku sekarang. Kulirik HP, ternyata tidak ada signal. Setelah rehat selama 20 menit, bus melanjutkan perjalanan.

Jalan Lintas Timur.jpg
Salah satu medan jalan yang dilalui bus di Jalan Lintas Timur Sumatera. Meskipun berbukit, jalananya mulus semulus … Ah, sudahlah

Kantuk mulai menyerang. Tak sanggup lagi menahan, kupeluk kamu tas selepang kecil warna biru dan mulai terlelap tidur. Sungguh kenikmatan birahi yang hakiki. Pukul satu siang lebih aku terbangun dari mimpi basah tidurku karena medan jalan yang kurang bersahabat. Aku curi dengar penumpang sebelah, ternyata kami telah memasuki perbatasan Sumsel-Jambi. Hoam!!! Rasa kantuk masih ‘bersarang’ dibenakku, aku memutuskan tidur lagi.

P_20170726_094519_vHDR_On.jpg
Rehat sejenak di tempat peristirahatan. Fasilitasnya lengkap, ada rumah makan, warung, toilet, mushola dan rest area tentunya

Alhamdulillah, pukul 15.00 WIB bus tiba di Kota Jambi. Bus stop di loket IMI Jambi yang terletak di Jl. HOS Cokroaminota, No. 05, Simpang Kawat, Jambi, Telp. (0741) 65909. Kesimpulannya, perjalanan ini memakan waktu kurang lebih 8 Jam. Lalu aku bergegas menuju lantai dua untuk menunaikan sholat zuhur yang waktunya hampir habis. Setelah sholat, aku What’s App abang-abang Jambi yang baru kukenal melalui aplikasi Couchsurfing. Sejurus kemudian, akhirnya mereka datang dan ‘menculikku’. Ya Allah, aku pasrah :’)

P_20170726_153037_vHDR_On.jpg
Alhamdulillah, #JalanHeru tiba di kota Jambi, tepatnya di Jl. HOS Cokroaminota, No. 05, Simpang Kawat, Jambi, Telp. (0741) 65909 (loket bus IMI Jambi)

*Ayo, penasaran yah dengan ceritaku selanjutnya? Sila like, comment, and share postinganku yang tidak seberapa ini. Semoga bermanfaat dan Barakallah untuk semua! Peh ke Jambi!

*Note: Semua foto yang ber-signature-kan jalanheru.wordpress.com diambil dengan kamera HP Asus Zoom S

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

12 pemikiran pada “Palembang-Jambi Hanya 80k Naik Bus IMI, Peh ke Jambi!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s